Pertemuan Maria dan Fafat di sebuah gereja pada malam Natal mengubah takdir mereka. Maria tidak menyangka bahwa hubungannya dengan Fafat akan berujung pada hubungan beda agama. Namun, keduanya telah jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Ketika putri mereka lahir dan belum genap satu tahun, Fafat meninggal dalam sebuah kecelakaan. Maria ditinggal sendirian, dengan sabar membesarkan putrinya, Laila, sesuai dengan ajaran Islam yang telah dijanjikan kepada mendiang suaminya. Namun, Ustadzah Habibah melihat bahwa upaya Maria dalam mendidik Laila dengan ajaran Islam masih kurang, sehingga ia ingin mengambil alih dan mendidik cucunya sendiri. Setelah suaminya meninggal, akankah Maria juga kehilangan anaknya?






